Dua Gerbang Parkir Akan Dibangun di Jalan Stasiun Timur

0
287

InfoBandung,- Untuk membatasi jumlah kendaraan yang melintas di Jalan Stasiun Timur, PT KAI Daops 2 akan memasang sebanyak dua gerbang parkir yang dibangun di badan Jalan. Selama ini, jalur tersebut menjadi alternatif pengguna kendaraan untuk menghindari kemacetan di sekitar kawasan tersebut.

Dikutip dari Pikiran Rakyat, Humas PT KAI Daops 2 Zunerfin mengatakan jika pihaknya berencana membuat gerbang parkir di lokasi. Hal tersebut berkaitan dengan banyaknya pengguna jalan yang melintas. Padahal sedianya ruas jalan tersebut disiapkan sebagai akses untuk penumpang kereta api yang akan masuk dari pintu selatan Stasiun Bandung.

“Selama ini banyak pengguna jalan, ada yang kami rasa membahayakan, maka akan dipasang gate untuk membatasi,” ujarnya, Selasa (2/12/2014).

Berdasarkan pemantauan, dua gardu yang sedianya akan menjadi gerbang parkir tersebut berada di badan jalan Stasiun Timur, berada tak jauh dari pertigaan Jalan Otto Iskandardinata.

Palang pintu parkir belum terpasang di dua gardu tersebut. Dengan demikian, pengguna jalan masih bisa melintas dengan leluasa.

Zunerfin menuturkan, jalan tersebut berada di lahan milik PT KAI. Dengan demikian, hak pengelolaan sepenuhnya berada di perusahaan tersebut. Pemasangan gerbang parkir akan dilakukan di dua pintu masuk kawasan stasiun bagian selatan, di dekat Jalan Otto Iskandardinata dan Jalan HOS Cokroaminoto (Pasirkaliki).

Pemasangan gerbang parkir juga dilakukan sejalan dengan penataan kawasan. Beberapa waktu lalu, sejumlah pedagang kaki lima ditertibkan di sekitar lokasi. Rencananya, gerbang parkir sudah bisa dioperasikan sebelum akhir tahun 2014. Namun dia menyangkal bahwa pemasangan gerbang parkir berarti penutupan jalur. Pengendara masih bisa melintas dengan mengikuti mekanisme yang diterapkan pengelola parkir.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bandung Enjang Mulyana menuturkan, rencana pemasangan gerbang parkir sudah dikoordinasikan dengan pihaknya. Namun rekomendasi perizinan baru diberikan ketika gerbang akan beroperasi.

Mengenai arus lalu lintas, dia mengakui, kepadatan kendaraan di sekitar kawasan sudah terbilang parah. Selain kepadatan harian pada pagi dan sore hari, kondisi serupa juga biasa terjadi saat akhir pekan. Hal ini berkaitan dengan keberadaan Pasar Baru sebagai salah satu daya tarik wisata belanja Kota Bandung.

Di sisi lain, dia menuturkan, pemasangan gerbang parkir tidak berarti menutup akses sepenuhnya bagi pengguna jalan. Mereka tetap bisa melintas, sesuai dengan tarif yang ditentukan.

Bahkan jika merujuk Perwal 1005 tahun 2014 yang berlaku bagi seluruh pengelola lahan atau gedung parkir, terdapat celah di mana pengguna jasa bisa melintas secara cuma-cuma. “Kalau kurang dari 10 menit, itu tidak perlu bayar,” katanya. (IR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here