Pencurian Dan Kekerasan Kembali Terjadi Di Kota Bandung

0
369

oleh Octa Dwi Sutrisno

Bandung, infobandung.co.id – Tindak pidana pencurian disertai kekerasan kembali terjadi di Kota Bandung, kali ini menimpa seorang pemuda bernama Gede Arjana di depan Circle K Jln Ir H Juanda Kecamatan Coblong Kota Bandung (24/2/2014).

Kejadian terjadi ketika korban Gede Arjana tengah makan bersama temannya di lokasi tersebut di dekati seorang pelaku bernama jajang yang berpura pura menanyakan alamat lalu tiba tiba pelaku mengeluarkan dan menodongkan sebilah golok lalu merampas tas berikut handphone korban kemudian pelaku kabur dengan dibonceng oleh pelaku lain bernama Anggi.

Ada pelaku lain bernama Saeful berpura pura mengejar kedua pelaku dengan menggunakan motor juga menghalau orang orang yang hendak mengejar kedua pelaku tersebut. Selanjutnya komplotan jambret tersebut melanjutkan aksinya dengan merampas Hand Phone milik pejalan kaki di daerah turangga dan akhirnya bisa ditangkap oleh pihak Polrestabes Bandung di daerah SMAN 5, jalan Bali Kota Bandung.

AKBP Nugroho Arianto SIK, Kasatreskrim Polrestabes Bandung mengatakan, pelaku Jajang sebelumnya pernah melakukan tindak pidana yang sama dan telah menjalani masa kurungan penjara selama 2,5 tahun di LP Kebon Waru dan saat ini baru selesai menjalani masa tahanan pada bulan januari 2014.

“Dari hasil introgasi kami dan pendalaman kasus, Jajang memang residivis yang pernah masuk penjara sebelumnya dengan kasus yang sama dan ini adalah komplotan jambret yang sering melakukan tindak kekerasan saat beraksi mereka telah beraksi sebanyak 10 kali di wilayah Kota dan Kabupaten Bandung”, papar Nugroho kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Selasa (11/3/2014).

Nugroho menambahkan, pihak Polrestabes Bandung telah mengamankan barang bukti dan untuk perilaku pencurian dan kekerasan dengan menggunakan senjata tajam, maka para tersangka akan diganjar pasal 365 KUH.Pidana dengan ancaman pidana 9 tahun dan pasal 2 ayat (1) Undang Undang darurat Republik Indonesia No 12 Tahun 1951 dengan ancaman pidana 10 tahun.

” Para tersangka dikenai pasal 365 KUH.Pidana dengan ancaman pidana 9 tahun dan pasal 2 ayat (1) Undang Undang darurat Republik Indonesia No 12 Tahun 1951 dengan ancaman pidana 10 tahun. Untuk barang bukti telah kami amankan, yaitu 1 unit motor Honda Beath warna putih hijau, 1 buah golok kecil (alat bantu kejahatan), 1 buah tas berjenis tas perempuan warna hitam (barang hasil kejahatan), 1 dompet warna hitam milik korban Gede Arjana, 1 buah kantong jaring kecil warna hitam berisi headseat handphone dan kepala charger handphone (barang hasil kejahatan), 4 unit handphone berbagai merek (hasil kejahatan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here