Pengemudi Transportasi Online di Bandung Minta Hentikan Aksi Kekerasan

0
450
Photo Source: aku_driverbdg

InfoBandung,-

Gabungan pengemudi ojek online menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (20/11/2017). Dalam aksi tersebut, massa aksi meminta pemerintah untuk segera mengambil tindakan terkait intimidasi yang kerap menimpa mereka di jalanan.

“Tuntutannya kita meminta kesamaan perlakuan, Intimidasi (kepada pengemudi taksi dan ojek online) tidak boleh terjadi lagi. Kita tidak ingin pemerintah (terus) membiarkan (aksi kekerasan ini),” ujar Koordinator Aliansi ‘Geram’ Online Indonesia Andrian Mulya Putra dikutip dari laman Detikcom.

Menurutnya, pemerintah harus segera menyikapi permasalahan ini. Jangan sampai aksi kekerasan terus terjadi tanpa ada penyelesaian. Sebagai contohnya, pasca keluarnya Permen Nomor 108/2017 tentang Angkutan Online, beberapa pengemudi transportasi online masih saja mendapatkan tindakan kekerasan dari oknum angkutan konvensional.

“Pemerintah harus bersikap. Kalau dibiarkan saja ini jadi tanda tanya besar. Tindakan kekerasan tolong dituntaskan,” ucap Andrian.Pihaknya menolak adanya aturan yang mengharuskan pengemudi jasa transportasi online harus berada di bawah Organda atau organisasi sejenisnya. Menurut dia aturan tersebut suatu kemunduran.

Kemudian mereka meminta agar pengemudi online tetap bisa berdiri sendiri tanpa harus terikat dalam organisasi tertentu. “Kami juga ingin ada revisi Permenhub 108, sekarang juga,” ucap Andrian.

Apabila tuntutan mereka tidak didengar, pihaknya berencana akan berangkat ke Jakarta untuk menyuarakan aspirasi mereka secara langsung kepada Pemerintah Pusat.

“Ini sikap nasional akan dibawa ke pusat. Kita gerakannya sudah gerakan nasional. Pemerintah harus benar-benar mengambil kebijakan,” ujar Andrian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here