PLN Terapkan Cara Baru Pengisian Listrik Prabayar

0
225

logo-plnDirektur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Nur Pamudji mengatakan pihaknya akan menerapkan cara baru untuk mengisi listrik prabayar pelanggan. Cara ini diklaim lebih cepat dan mudah.

Selama ini, pelanggan prabayar PLN saat harus mengisi pulsa untuk listriknya harus memencet tombol agar jumlah top up yang diinginkan bisa masuk. Masalahnya, untuk pelanggan besar seperti papan iklan ataupun listrik di Base Transceiver Station (BTS) akan susah melakukan hal tersebut.

“Memang terobosan baru ini untuk menyasar pelanggan high end. Nantinya meteran listrik akan dibuat lebih istimewa dan pelanggan bisa isi listrik prabayarnya via ATM. Jadi pelanggan tidak perlu naik ke atas untuk mengisi pulsa listrik prabayarnya,” kata Pamudji saat ditemui di acara Indonesia Summit Economist Confererence di Hotel ShangriLa Jakarta, Kamis (28/2/2013).

Pamudji menegaskan teknologi ini tentunya akan memerlukan investasi yang mahal, sehingga biaya yang dibebankan ke konsumen juga akan mahal. Otomatis karena memerlukan biaya tinggi, alat meteran listrik prabayar terbaru ini tidak akan diberikan ke pelanggan rumah tangga. Untuk konsumen rumah tangga masih menggunakan meteran biasa seperti yang selama ini ada.

“Untuk konsumen rumah tangga belum kita pikirkan penerapannya,” tambahnya.

Meski menggunakan teknologi terbaru untuk pengisian meteran listrik prabayar, Pamudji mengatakan bahwa hal tersebut tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap penambahan jumlah pelanggan.

“Tidak ada target. Kita hanya ingin melayani pelanggan listrik prabayar agar lebih baik karena mereka berkebutuhan khusus. Apalagi meteran mereka berada di lokasi yang tinggi dan di puncak gedung. Makanya kita memberikan kemudahan atas teknologi terbaru ini,” katanya.

PLN mengklaim saat ini jumlah pelanggan listrik prabayarnya mencapai 8,8 juta pelanggan. Setiap hari, pertumbuhan jumlah pelanggan listrik prabayar ini cukup cepat dibanding pelanggan listrik konvensional.  (*)

Editor : dar

Sumber : Kompas

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here