Rangkuman Peristiwa Persib Bandung di Tahun 2017

0
898
Photo Source: simamaung

InfoBandung,-

Tahun 2017 telah berakhir. Pada tahun ini bisa dikatakan sebagai musim yang kurang bersahabat bagi tim sepakbola asal Kota Bandung, Persib. Meskipun mengusung tagline sebagai “The Golden Era” posisi Persib di tahun 2017 ini hanya finish di peringkat ke -13.

Dirangkum dari laman resmi Persib, Info Bandung mencoba merangkum beberapa kejadian penting Persib Bandung sepanjang tahun 2017.

Januari:
Setelah mengakhiri kompetisi ISC 2016 dengan finis di peringkat ke lima klasemen, Persib mulai menyiapkan amunisinya guna menghadapi kompetisi tahun 2017. Beberapa pemain dilepas, seperti Zulham Zamrun, Diogo Ferreira, Robertino Pugliara, dan Marcos Flores.

Sebagai gantinya, beberapa “mantan” pemain Persib kembali mengisi skuat, seperti Achmad Jufriyanto, Supardi, Dedi Kusnandar, Shohei Matsunaga, dan Wildansyah. Selain itu, trio diklat Persib dipromosikan, yakni Ahmad Baasith, Gian Zola, dan Sugiyanto.

Tidak hanya mengupgrade dari komposisi pemain, pelatih Persib Djajang Nurjaman juga terbang ke Thailand untuk mengikuti kursus kepelatihan lisensi A AFC.
Pada bulan Januari ini Persib juga dinobatkan sebagai tim Fairplay ISC A 2016.

Februari:
Memasuki bulan kedua di tahun 2017, Persib Bandung mengikuti Turnamen Piala Presiden. Bergabung di grup 3 bersama PSM Makassar, Persiba Balikpapan, dan Persela Lamongan. Pada turnamen ini. Beberapa nama pemain muda usia dibawah 23 tahun melesat namanya, seperti Febri Hariyadi, Gian Zola, dan Henhen Herdiana. Di akhir turnamen Persib meraih peringkat ketiga setelah kandas dari Pusamania Borneo FC di babak Semifinal melalui babak adu penalti.

Maret:
Ribuan bobotoh memadati Stadion Sidolig untuk merayakan acara ulang tahun Persib Bandung. Acara tersebut juga dimeriahkan oleh para pemain Persib. Namun pada bulan Maret ini hampir semua mata tertuju pada kedatangan gelandang asal Ghana, Michael Essien.

Pemain yang pernah memperkuat Chelsea, Real Madrid, dan AC Milan ini diperkenalkan kepada media dan bobotoh sebagai anggota baru tim Persib Bandung untuk mengarungi kompetisi 2017. Tidak hanya itu, beberapa hari kemudian Carlton Cole, penyerang asal Inggris juga secara resmi direkrut Persib Bandung untuk mengisi barisan penyerang tim Maung Bandung.

April:
Seperti biasa, sebelum memulai pertarungannya di kompetisi Liga 1, Persib menggelar acara perkenalan tim. Bertempat di Stadion Siliwangi Bandung, acara digelar sangat meriah. Satu pemain baru pun diperkenalkan kepada public. Gelandang naturalisasi asal Belanda, Raphael Maitimo menjadi nama baru di skuat Persib Bandung.

Tanggal 15 April, kompetisi Liga 1 dimulai. Bertindak sebagai tuan rumah di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, lawan pertama yang dihadapi Atep dkk adalah Arema FC. Skor berakhir 0-0.

Beberapa hari menjelang, seorang pemain muda berdarah Flores mencoba peruntungannya di Persib Bandung. Melalui proses seleksi beberapa hari, Fulgensius Billy Paji Keraf pun mampu membuat Djajang Nurjaman kepincut, Ia pun menjadi rekrutan terakhir Persib Bandung tahun ini.

Mei:
Pemain baru Billy Keraf semakin melesat namanya pada bulan Mei. Golnya yang dibuat di menit akhir pertandingan dan membawa kemenangan tim kontra Persegres Gresik membuat namanya mulai diperhitungkan.

Pada bulan ini Persib juga harus menelan kekalahan pertamanya di kompetisi Liga 1. Yang menyakitkan adalah kekalahan tersebut disebabkan oleh gol yang dilesakan Marcos Flores (Bali United), yang notabene mantan pemain Persib musim lalu.

Juni:
Bulan ini Persib memiliki kendaraan baru. Bus mewah pabrikan Hino dengan konsep All New Legacy SR-HD Prime berkapasitas 44 tempat duduk menjadi armada baru para punggawa Persib Bandung.
Pada tanggal 4 Juni, Djajang Nurjaman mengutarakan pengunduran dirinya dari kursi pelatih kepala. Hal tersebut sebagai salah satu buntut dari buruknya performa Persib di kompetisi Liga 1. Namun keputusan Djajang untuk mundur ditolak manajemen.

Juli:
Perjalanan Persib di kompetisi Liga 1 pada bulan Juli juga tidak berjalan mulus. Tidak konsistennya penampilan para pemain membuat Persib seolah tidak layak untuk menjadi juara pada musim ini. Akhirnya pada tanggal 15 Juli, Djajang Nurjaman pun kembali menyatakan pengunduran dirinya, kali ini Ia pun benar-benar mundur setelah Persib menelan kekalahan dari Mitra Kukar 1-2 di Tenggarong.

Agustus:
Bulan ini Persib kembali ke Stadion Si Jalak Harupat sebagai homebase partai kandang mereka. Setelah sebelumnya selalu menggunakan Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Tanggal 20 Agustus, Persib meraih kemenangan terbesar pada musim ini setelah menekuk Persegres Gresik United dengan skor 6-0. Gelandang Raphael Maitimo mencetak tiga gol pada laga ini.

Pada bulan ini, Carlton Cole juga secara resmi dilepas Persib Bandung. Dinilai minimnya kontribusi mantan pemain West Ham ini memaksa dirinya harus terdepak. Sebagai gantinya, kapten timnas Chad, Ezzechiel N’Douassel didatangkan untuk mempertajam lini depan Persib Bandung.

September:
Setelah kursi pelatih kepala kosong pasca peninggalan Djajang Nurjaman di bulan Juni, Persib pun mengandalkan Herrie Setyawan sebagai caretaker. Bersama dengan Yaya Sunarya dan Anwar Sanusi, mereka bahu membahu untuk membawa Persib kembali ke jalur juara. Namun hal tersebut cukup sulit bagi tim saat itu, sehingga Persib bersama Michael Essiennya pun tidak dapat menjadi competitor yang baik.

Persib pun menunjuk Emral Abus sebagai pelatih kepala baru Persib Bandung. Namun penunjukan mentor para pelatih sepakbola di Indonesia ini memiliki penilaian beragam dari para bobotoh. Diantaranya ada yang menyebutkan jika kehadirannya hanyalah untuk memenuhi syarat lisensi dari regulasi untuk posisi pelatih kepala. Emral berhasil meraup enam poin dari delapan laga yang Ia pimpin.

Oktober:
Hasil buruk tim Persib selama bulan September membuat para pendukung setianya menggelar aksi turun ke jalan. Para bobotoh menyuarakan aspirasinya kepada jajaran manajemen PT Persib Bandung Bermartabat untuk melakukan pembenahan. Sebelum aksi ini digelar, Persib tidak pernah meraih kemenangan dari lima laga, dengan hasil sekali kalah dan empat kali imbang.

November:
Pada bulan November, sebuah peristiwa bersejarah terjadi di kubu Persib Bandung. Tepatnya pada tanggal 3 November 2017, Persib Bandung terbang ke Stadion Manahan, Solo untuk menghadapi tuan rumah Persija Jakarta. Pada laga tersebut, wasit asal Australia, Shaun Robert Evans meniupkan peluit panjang lima menit sebelum pertandingan berakhir setelah sebelumnya para pemain Persib melakukan protes akibat dari dikartu merahnya Vladimir Vujovic. Pada pertandingan tersebut juga diwarnai peristiwa dianulirnya gol Ezechiel N’Douassel.

Desember:
Mengakhiri kompetisi Liga 1 pada peringkat klasemen yang buruk membuat PT Persib Bandung Bermartabat melakukan evaluasi. Pada bulan Desember ini pun menjadi titik awal Persib menyiapkan timnya untuk berlaga di kompetisi 2018. Persib pun memperkenalkan Roberto Carlos Mario Gomez asal Argentina sebagai pelatih kepala didampingi Fernando Gaston Soler sebagai asistennya.

Itulah rangkuman singkat perjalanan Persib Bandung pada tahun 2017. Dengan hasilnya yang kurang memuaskan, tentu saja ribuan bobotoh dan penikmat Persib lainnya berharap tim kebanggaannya bisa berprestasi kembali di tahun 2018.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here