Ridwan Kamil: Fanatisme Sepakbola Bukanlah Untuk Pelampiasan Emosi yang Merusak

0
1585
Photo Source: Simamaung

InfoBandung,-

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyempatkan diri melihat kondisi salah seorang bobotoh asal Cicadas bernama Riko Andrean yang terbaring tidak sadarkan diri di RS Santo Yusup Bandung pada Senin (24/7/2017). Riko yang turut menyaksikan laga klasik Persib melawan Persija pada Sabtu (22/7/2017) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api ini menjadi korban dari tindakan anarkis oknum suporter Persib malam itu.

Seperti diberitakan laman Maung Tempur, kejadian tersebut bermula saat jeda pertandingan babak pertama. Riko yang saat itu sedang menyantap bekal makanannya mendengar suara keributan dari arah belakang. Penasaran dengan apa yang terjadi, Ia menghampirinya. Ternyata disana terdapat seseorang yang tengah dikeroyok oleh oknum bobotoh.

Orang tersebut pun mencoba berlindung dengan berlari ke arah Riko. Naas, saat itu pun Riko terkena keroyokan oknum bobotoh yang sedang emosi tersebut. Riko pun tumbang tidak sadarkan diri dan segera dilarikan ke RS AMC Cileunyi oleh pihak kepolisian dan rekan-rekannya untuk diberikan pertolongan pertama.

Setelah menjenguk kondisi Riko, Ridwan Kamil pun memposting kunjungannya tersebut dalam akun Instagramnya. Wali Kota Bandung yang akrab disapa Emil ini pun mengutuk kepada pelaku tindakan anarkis tersebut.

“Dia saat ini kritis, dengan luka-luka di sekujur tubuhnya di RS Santo Yusup. Jika hukum dunia tidak mendapatimu, semoga hukum Allah yang akan mengejarmu!” tegas Emil.

Emil juga memberikan peringatan kepada para pecinta sepakbola Indonesia. Menurutnya, sepakbola itu merupakan sebuah media untuk mempererat persatuan yang menjunjung tinggi nilai fair play.

“Sepakbola itu tentang persatuan, tentang kejujuran, tentang fair play. Emosi negatif, provokasi anarki, bully, lempar botol, lempar flare, apapun alasan-alasannya tidaklah dibenarkan.” tulis Emil.

Emil pun mengajak kepada para suporter sepakbola untuk menghentikan permusahan dan melakukan tindakan anarki.

“Fanatisme sepakbola bukanlah ajang untuk pelampiasan emosi yang merusak, bukan ajang untuk permusuhan, bukan tempat untuk bunuh-bunuhan. Mari fokus pada prestasi bukan pada anarki.” tambahnya.

Coba kamu-kamu, oknum bobotoh yang menyiksa Ricko, bobotoh Cicadas, yatim piatu pula, saat Persib lawan Persija, berani gak gentle datang minta maaf?. Dia saat ini kritis dengan luka2 disekujur tubuhnya di RS Santo Yusup. Jika hukum dunia tidak mendapatimu, semoga hukum Allah yang akan mengejarmu! _________ SEPAK BOLA itu tentang persatuan, tentang kejujuran, tentang fair play. Emosi negatif, provokasi anarki, bully, lempar botol, lempar flare, apapun alasan-alasannya TIDAKLAH DIBENARKAN. _________. FANATISME SEPAK BOLA Bukanlah ajang untuk pelampiasan emosi yg merusak, bukan ajang untuk permusuhan, bukan tempat untuk bunuh-bunuhan. Mari fokus pada prestasi bukan pada anarki. Mari dewasa kayak El Clasico Spanyol. aman. tertib . Bisa? *Sok lamun peduli geura #udunan

Sebuah kiriman dibagikan oleh Ridwan Kamil (@ridwankamil) pada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here