Ridwan Kamil: “Hindari provokasi, ejekan dan buli sejak dari pikiran”

0
686

InfoBandung,-

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil adalah salah satu tokoh pejabat publik yang kerap menggunakan akun media sosial pribadinya untuk menyampaikan informasi seputar perkembangan kota yang dipimpinnya hingga unek-unek dari suatu fenomena sosial yang sedang terjadi. Seperti yang baru dilakukannya pada hari Selasa (8/11/2016), pria berkacamata ini memposting sebuah pernyataan yang sangat penting untuk diresapi oleh kita semua.

Melalui akun instagramnya, Emil sapaan akrab Ridwan Kamil memeberikan informasi jika sampai saat ini sejak tahun 1993 sebanyak 54 orang yang merupakan pendukung sepakbola di Indonesia telah meninggal dunia. Ironisnya, mereka mati sia-sia.

“54 rekan sebangsa sebendera seindonesiaraya mati sia-sia dari tahun 1993. Itulah jumah total suporter klub sepakbola yang meninggal dunia sampai ini. Mereka mati demi apa?” tulis Emil.

Dengan memposting sebuah gambar angka 54, Emil juga menyinggung para pendukung sepakbola Indonesia yang seolah bertepuk tangan melihat ‘musuhnya’ mati. Dan menyesalkan terjadinya aksi balas dendam yang menurutnya saat ini terjadi di dunia suporter sepakbola Indonesia.

“Bulan ini tepuk tangan musuhnya mati. Bulan depan gantian duka cita teman sendiri. Darah dibayar darah dan dibayar darah lagi? Mau sampai kapan?” tulisnya.

Emil pun berharap kepada para pendukung sepakbola Indonesia untuk menjadi komunitas yang positif, yang bermanfaat bagi pemersatu bangsa.

“Sepakbola itu seharusnya pemersatu bukan pemecahbelah. Jadilah suporter ramah bukan suporter marah,” ujarnya.

Masih dalam postingan yang sama, Emil juga menghimbau kepada suporter sepakbola dan masyarakat untuk rajin bersilaturahmi guna mengurangi ketegangan dan kesalahpahaman.

“Hindari provokasi, ejekan dan buli sejak dari pikiran. Hapus kata dendam di kamus diri. Tahan emosi dan lawan provokasi dengan kemanusiaan.” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here