Selamatkan Bumi Melalui Gerakan #Pay4Plastic

1
1473

InfoBandung,-

Kantong plastik merupakan benda yang mempermudah kehidupan kita selama ini, tapi kita tidak menyadari bahwa kantong plastik hanya digunakan dalam sekejap dan tidak dapat diuraikan oleh alam dalam waktu cepat, sehingga menyebabkan berbagai dampak negatif pada lingkungan. Berdasarkan penelitian Jenna R. Jambeck, dkk (12 Februari 2015, www.sciencemag.org), Indonesia menduduki peringkat kedua “pembuang” sampah plastik ke laut setelah Tiongkok, disusul Filipina, Vietnam, dan Sri Lanka.

Di Indonesia pun telah banyak yang menyadari pentingnya permasalahan ini dan telah terdapat berbagai inisiatif untuk mengatasi permasalahan plastik atau kantong plastik secara khusus, salah satunya yaitu Kampanye Diet Kantong Plastik yang digulirkan dan dimulai dari Kota Bandung pada tanggal 30 Oktober 2010. Hingga saat ini berkembang menjadi Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) dan mengaktifkan banyak kampanye di berbagai daerah se-Indonesia.

Kota Bandung adalah kota pertama di Indonesia yang membentuk Perda Kota Bandung 17/2012 tentang ‘Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik yang Tidak Ramah Lingkungan’, gerakan ini terus dikembangkan supaya dapat bergulir berkelanjutan hingga terwujud Indonesia Bebas Sampah. Hasil kolaborasi dari berbagai pihak yaitu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), BPLH Kota Bandung dan PT Circleka Utama di akhir tahun ini ingin meluncurkan program terdekat yakni penerapan ‘Kantong Plastik Berbayar’ atau #Pay4Plastic pada hari Minggu, 27 Desember 2015 pukul 07.00 – 10.00 di Circle K Dayang Sumbi, Car Free Day Dago.

Kegiatan ini diisi dengan berbagai aktivitas yaitu pameran media edukasi dan kampanye #DietKantongPlastik, penampilan musik lingkungan dan aksi kampanye dari Public Figure serta perwakilan Pemerintah. Selain itu, akan dilakukan pemberian penghargaan 5 komunitas lingkungan di kota Bandung yang selama ini telah aktif mengkampanyekan pengurangan penggunaan kantong plastik dari Circle K Indonesia.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah menginformasikan kepada publik mengenai program yang akan diterapkan di Circle K di tahun depan, yakni kebijakan kantong plastik berbayar. Kemudian melakukan penyebaran informasi sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penggunaan kantong plastik”, ujar Bapak Cahyadi Heriantio, CEO PT. Circleka Indonesia Utama.

Walikota Bandung Ridwan Kamil pun memberikan pernyataan pada saat pertemuan terkait kegiatan peluncuran #pay4plastic dengan perwakilan komunitas, swasta dan pemerintah, ujarnya

“Tadinya malah saya kepikiran yang lebih tegas, yaitu sama sekali melarang kantong plastik. Namun, #pay4plastic ini bisa menjadi solusi jangka pendek, tetapi untuk solusi jangka menengah di Bandung akan dikaji untuk pelarangan kantong plastik,” ujar Emil sapaan akrab Ridwan Kamil.

Diharapkan kegiatan yang dihadiri oleh berbagai komunitas lingkungan di Bandung, masyarakat umum, pihak swasta, media, Pemerintah Kota Bandung serta Pemerintah Pusat nantinya dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat dan pihak-pihak lain untuk bersama-sama bergerak, sehingga akan tercipta kolaborasi untuk mewujudkan Indonesia Bebas Sampah dari kantong plastik.

“Saya sangat mendukung kegiatan ini, karena sejalan dengan program kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang bertujuan mengurangi penggunaan kantong plastik tidak ramah lingkungan dan mengurangi timbulan sampah”, ujar Ir. Tuti Hendrawati Mintarsih, M.PPM. selaku Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.

Poster publikasi CK (SocMed) preview lowress

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here