Syifa dan Firgi, Maskot MU dari Bandung

0
455

 

Oleh : ILhamnoor

 
Anisa Syifa Suryana (12 Tahun) dan Firgi Maulana (11), mengharumkan nama Indonesia khususnya kota Bandung. Keduanya baru saja kembali dari Manchester, Inggris setelah terpilih menjadi mascot pada pertandingan perdana Manchester United di Liga Inggris musim 2014/2015 melawan Swansea 16 Agustus 2014 lalu. Syifa dan Firgi menjadi bagian dari sebelas anak dari 7 negara yang juga mendapatkan kesempatan menjadi maskot tim Manchester United pada pertandingan tersebut.

 
Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye global What Do You #PlayFor? dari Chevrolet selaku sponsor utama MU. “Kita percaya sepakbola adalah olahraga universal yang bisa diterima semua kalangan. Melalui jalur sepakbola, Chevrolet menunjukkan dukungan yang kuat untuk memberi pengalaman yang mengesankan dan dapat diceritakan kepada semua orang,” kata Meilita Iskandar, Direktur Marketing GM Indonesia, di Lapangan Bawet dalam acara penyambutan Syifa dan Firgi dari Old Trafford, Sabtu (30/8/2014).

 
Firgi dan Syifa merupakan dua anak yang berasal dari lingkungan sederhana di kampung Bawet, Bandung. Bermain sepakbola merupakan sarana bagi mereka untuk meningkatkan kemampuan diri dan meraih mimpi.

 
Syifa merupakan anak yang aktif dan penuh rasa ingin tahu yang tidak pernaj ragu untuk mengeksplor banyak hal. Ia anak yang ceria, gemar beraktivitas dan suka menghabiskan waktu dengan teman-temannya. Ayahnya merupakan pengidap HIV positif dan merupakan pecandu narkoba. Ketika ayahnya dalam masa rehabilitasi, Syifa dirawat oleh ibu dan neneknya.

syifa 1

 
“Aku seneng banget bisa ke sana. Aku juga ga tau awalnya gimana soalnya ngedadak banget dibilangin sama ayah. Dari dulu sih aku ngebayanginnya ingin nonton MU aja ke Old Trafford. Ga pernah ngebayangin bisa gandeng pemain masuk lapangan,” cerita Syifa kepada wartawan.

 
Lain halnya dengan Syifa, seorang Firgi Maulana terlihat lebih pemalu. Meskipun Ia sangat aktif, namun Firgi telah mengidap suatu penyakit yang cukup lama. Orang tuanya meninggal karena narkoba dan AIDS. Dia tinggal di lingkungan penggunaan narkoba di usia muda dan ibunya ikut membawanya ketika ia memblei narkoba.

 
Saat ini Firgi sedang dalam perawatan pengobatan Anti Retro Viralm sebuah obat yang harus ia pakai setiap hari seumur hidupnya.

 
Selain menjadi maskot pertandingan, keduanya juga mendapatkan kejutan ketika pemain idolanya memasuki lapangan dengan mengenakan nama maskot. Nama Firgi digunakan oleh gelandan United asal Spanyol, Juan Mata, sedangkan Syifa digunakan oleh Ander Herrera.

 
Selama berada di Manchester, 14-18 Agustus lalu, kedua anak tersebut juga menjalani beragam kegiatan seperti berkunjung ke pusat pelatihan Manchester United, dan mendapat pelatihan dari para pelatih Manchester United.

 
Ginan Koesmayadi, pendiri Rumah Cemara, mengaku bangga ada anak dari Bandung, khususnya Rumah Cemara, yang mewakili Indonesia menjadi maskot di sebuah pertandingan akbar Liga Inggris. Ia mengatakan bahwa sepakbola adalah sarana yang ampuh untuk memberdayakan diri, baik pribadi maupun konteks sosial.

 
“Suatu kebanggan bagi kami karena ini melampaui mimpi-mimpi kami di Rumah Cemara. Kami semata-mata melakukan sepakbola karena kami mencintai sepakbola. Namun semesta memberi hal lain sehingga banyak keajaiban yang terjadi dalam proses ini yang tidak kami bayangkan sebelumnya,” tutur Ginan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here