BASE, Pionir Akademi Teknik Musik di Jawa Barat

1
737

InfoBandung,-

Bandung-Kreatifitas ragam bidang seni di Bandung selalu tumbuh subur. Terkhusus bidang musik yang selalu selangkah dari kota lainnya di Indonesia.

Dari sekian banyak pelakunya, adalah BASE. Sebuah akronim dari Bandung Academy of Sound Engineering. BASE merupakan institusi pendidikan teknik audio musik khusus yang menawarkan ilmu, skill, dan teori di bidang Profesional Audio Production dan Sound System.

Latar belakang BASE sendiri, berawal dari kalangan internal musik gereja yang dimiliki oleh Yayasan Gereja Anugerah. “Dulu buat ngebantu di gereja. Kalo butuh rekaman untuk musiknya, kita inisiatif buat sendiri, jadi punya sendiri daripada nyewa,” tutur Janice Setiawan admin dan marketing dari BASE.

Sosok dibalik berdirinya BASE, digagas oleh Galih Immanuel Hommare yang biasa disapa Koh Galih. BASE memiliki spesialisasi dalam ‘musik media’, yang artinya musik untuk kebutuhan sebuah konten seperti : youtuber, selebgram, musik untuk media social dan produksi musik sendiri. Selain sebagai pendiri, Koh Galih juga seorang pengajar, guru musik di Sekolah Gamaliel dan pendidik dimana lokasi akademi BASE berada.

BASE dalam perkembangannya banyak berkeksplorasi dalam teknik musik untuk digital. Maka beberapa program pendidikan seperti, Home Recording, mixing, mastering yang termasuk dalam audio recording adalah sederet program unggulan dari BASE.

Sebagai bagian dari upaya melebarkan sayapnya, saat ini BASE menjalin kerja sama dengan Artsonica ‘The Art of Sound Technology School’ Jakarta. Program studinya terdiri dari Audio Recording Engineering, Digital Music Production, Live Sound Re-inforcement Engineering, dan AVID® Pro Tools Courses. Seluruh staf dan tenaga pengajar khusus berlisensi internasional AVID® Certified Instructor (ACI), SMAART, dan SynAudCon.

Perlukah dasar musik untuk belajar di BASE?

Untuk belajar di BASE, warga Bandung tidak perlu memiliki dasar musik. Enggak bisa memainkan instrument pun bisa belajar di Akademi  Pendidikan Teknik Suara pertama di kota Kembang ini.

“Kurikulum disini disusun dari nol banget.Untuk Pemula. Jadi kalo yang ga bisa (main musik) atau punya dasar musik sedikitpun bisa masuk kesini. Niatnya pengen belajar dan lebih ngerti musik.” ujar Janice saat ditemui di Akademi BASE-Jalan Sudirman Gang Irsad no2. Cibadak, Astanaanyar, kota Bandung.

Ada lima program unggulan pendidikan BASE yang perlu diketahui. Pertama adalah Home Studio Production. Program studi untuk belajar konsep dan teknik produksi musik berstandar profesional. Memakai alat-alat yang terjangkau dan dapat dilakukan dirumah.

Kedua, ‘Laptop for live show’, siswa diajarkan menyiapkan dan produksi  komposisi musik digital untuk live performance memakai software dan laptop. Ketiga, ‘Pro Studio Production’ – pada program ini siswa belajar menguasai konsep mixing serta teknik menguasai multitrack dengan alat-alat Studio Profesional disediakan oleh BASE. Dua program terakhir adalah Audio Mixing dan Mastering Tape,siswa belajar menguasai konsep dan teknik mixing yang baik serta proses mastering untuk memproduksi musik.

BASE memberikan pengetahuan audio secara mendasar. Tidak asal karna teori, teknik diajarkan semua bertahap. Memahami proses dari awal sampai akhir. Lalu hasilnya dapat dinikmati banyak orang. “BASE pengen orang-orang yang belajar musik dengan latar belakang otodidak, untuk memperdalam pengetahuan mereka(siswa). Ada teorinya. Belajar dari proses sih. Kita arahin juga niat dan passion mereka, dasar-dasarnya gimana, teorinya sampai hasil akhir,” tutur Janice menambahkan.

Salah satu lulusan terbaik dari BASE, Timothius Gevin (22) sempat masuk lima finalis audisi ‘Indo Musik Gram’ yang digagas oleh BCA berkolaborasi dengan grup musik neo-soul asal Jakarta, Maliq and D’Essentials. Satu-satunya wakil dari Bandung jebolan Home Studio Production di Akademi Teknik Musik BASE Bandung.

Kolaborasi  BASE dengan para tenaga ahli pelaku usaha di industri musik dan tata suara menjadikan BASE sebagai pionir dalam bidang sound engineering terlengkap saat ini. Memiliki sumber daya manusia yang mumpuni. Sehingga lulusan akademi BASE baik tua –muda diharapkan mampu bersaing dan mewarnai industri kreatif Indonesia saat ini. Tidak hanya skala lokal, tetapi mampu unggul di kancah internasional.

Penulis: Franco Londah
Foto: Franco Londah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here