Pengamat: Tes Bahasa Indonesia Bagi Pekerja Asing Dicabut Jangan Jadi Isu Nasional

0
791

Oleh Octa Dwi Sutrisno

Bandung, infobandung.co.id – Keputusan Presiden Joko Widodo yang secara resmi mencabut aturan tes bahasa Indonesia bagi pekerja asing yang akan bekerja di Indonesia, pengamat hukum tata negara dari Universitas Parahyangan Bandung Prof Asep Warlan Yusuf menilai kebijakan tersebut kurang tepat dan malah bertentangan dengan janji yang tercantum dalam Nawacita yang akan mengamal Trisakti.

Hal tersebut diungkapkannya kepada wartawan saat ditemui di Balaikota, Jalan Wastukencana Kota Bandung Rabu (26/8/2015).

“Sebagai kajian, tidak ada yang mengatakan itu (bahasa Indonesia) menjadi keluhan yang serius, mungkin satu-dua keluhan, tapi tidak dijadikan sebuah problem kepemerintahan, problem ketenagakerjaan pada umumnya,” ujarnya.

Seperti diketahui, konsep Trisakti-nya Bung Karno yakni, berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian secara sosial budaya.

Asep menjelaskan, bahasa Indonesia merupakan salah satu bagian dari budaya bangsa ini, mengapa hal tersebut harus dijadikan kendala yang sangat serius.

“Persoalan bahasa bukan kaliber presiden lah. Ini harusnya jadi keluhan para pengusaha bagaimana tidak dijadikan sebagai utama penempatan tenaga asing di Indonesia. Jangan dianggap sebagai isu nasional, seolah isu yang bisa menghambat investasi, reuwas itu mah,” beber Asep.

Dirinya memaparkan, menyongsong pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), beberapa negara seperti Thailand, Vietnam, Singapore menyiapkan dan mempelajari bahasa Indonesia. Sementara Presiden Jokowi malah sebaliknya, mengeluarkan kebijakan yang bersebrangan dengan apa yang negara lain perbuat.

“Kalau ini dihilangkan, agak sedikit tidak sejalan dengan mengamalkan Trisakti tadi,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here