Solusi Eco Brick: Daur Ulang Botol Plastik Rancangan Murah Bangun Rumah

0
780

InfoBandung,-

Bumi kian menua, dan tentu saja sebagai penduduk bumi yang baik sudah menjadi kewajiban kita untuk merawat dan menjaganya dengan baik. Nah, dalam bidang ilmu arsitektur muncul sebuah alternatif agar bumi tetap terjaga. Melalui cara ini, kita dapat menggunakannya sebagai bahan dasar untuk mendesain bangunan ramah lingkungan. Konteks ramah lingkungan melalui cara tersebut mampu didapatkan melalui beragam cara, seperti digunakan sebagai rancangan bangunannya, produk material yang kemudian digunakan dalam proses membangunnya kelak. Salah satu dari sekian banyak material daur ulang tersebut dinamakan eco-brick.

Apa sih Eco-brick itu?
Eco-brick itu terdiri dari dua kata, eco yang artinya ekologi dan yang kedua brick atau bata dalam bahasa Indonesia.

Perbedaan terbesar bata ramah lingkungan ini dengan bata merah atau bata beton pada umumnya adalah penggunaan bahan dasar plastik. Perlu kita ketahui sebelumnya, plastik merupakan bahan paling sulit teruraikan. Kebiasaan membuang sampah dimana saja, lingkungan menjadi tidak sehat. Imbasnya, banjir, penyakit dan hal-hal buruk bagi umat manusia lainnya yang mengganggu ekosistem di bumi.

Sebenarnya yang patut disalahkan yang awareness dari manusia itu sendiri. Terkadang sifat kita acuh, meremehkan dan lain sebagainya. Tak salah akhirnya alam balik marah pada kita. Bukan bencana ya, jauhkan kata tersebut. Mulai dari sekarang sebut hal yang terjadi dengan alam menjadi “Sabda Alam”. Toh hakikatnya bumi berputar, berarti ia hidup begitu juga dengan segala maklhuk hidup yang tinggal di bumi. Makanya, mulai dari sekarang, usahakan buang sampah pada tempatnya dan jaga lingkungan kita lebih esktra ya.

Oke kembali ke Eco-brick. Mula-mula plastik sampah di darat maupun di lautan – berbagai jenis sampah seperti botol plastik, sachet/plastik kemasan sering kita jumpai, hasil membeli gorengan semisal, atau air mineral biasanya menyisakan plastic ketika sudah kita konsumsi. Hal ini sebenarnya bisa dihindari, dan eco-brick dapat menjadi pilihan metode terbaik meminimalisir sampah plastic yang kita gunakan secara tidak langsung. Dalam proses sampai membentuk eco-brick berkualitas, semua sampah plastik dijadikan satu. Tahapan selanjutnya membuat, botol dan sisa plastik sampah yang sudah diaur ulang lalu kemudian dapat menjadi rancangan untuk pondasi bangunan.

Adapun berikut ini beberapa tahapan untuk membuat eco-brick.
– Pertama – tama siapkan sampah plastic, kumpulkan berbagai macam sampah plastik dari yang lunak seperti kantong plastik hingga kaku dan keras seperti kemasan makanan merupakan tahapan awal untuk membuat eco-brick.
– Sampah yang terkumpul kemudian dibersihkan sampai sisa-sisa makanan, minuman atausampah organic tidak tertinggal di dalamnya. Selain menghindari pembusukan akibat sisa tersebut, tentu kita menginginkan barang atau hunian kita kelak tetap terjaga kebersihannya dan secara estetika pun unggul.
– Proses memilah plastik dibagi menjadi dua, untuk bagian luar dan dalam bata. Botol plastik selalu menjadi pilihan bahan utama, botol plastik kemudian akan diisi berbagai macam sampah plastik yang sebelumny sudah dibersihkan dan dipilah. Tips dari kami, bagian dasar botol plastik sebaiknya menggunakan plastik halus seperti kantong atau tas plastik. Warga Bandung juga dapat memberikan warna untuk eco-brick yang akan dibuat, pergunakanlah sampah kantong plastik berwarna sehingga eco-brick milikmu jauh lebih menarik.
– Proses selanjutnya, potonglah plastik menjadi ukuran kecil sesuaikan dengan selera. Biasanya sisa sampah plastik makanan ringan. Bentuk nya bisa anda pola terlebih dahulu. Bentuk segitiga, garis besar kecil, atau pola tertentu sah-sah saja. Keuntungan dari potongan kecil, karan ukurannya mampu mengisi segala sisi botol plastik. Setelah terisi gunakanlah tongkat untuk memadatkan sampah plastik yang dimasukan dalam botol. Pastika sampah rata, jangan ada sisi yang kosong. Tetapi jangan juga terlalu penuh, agar bagian atas (tutup botol) lebih awet tahan lama. Tidak cepat rusak tertekan oleh plastik itu sendiri. Tahapan berikutnya penimbangan botol, dimana setiap botol yang sudah terisi samaph akan ditimbang terlebih dahulu dengan syarat beratnya wajib 200 gram/botol. Hal ini dilakukan untuk keseluruhan botol isi sampah plastik yang dibuat agar memiliki berat dan tingkat kekokohan saat nanti disatukan.
– Setelah sesuai dengan persyaratan, kemudian tahap penyusunan botol disesuaikan dengan pola atau modul tertentu. Modul yang biasa digunakan adalah modul hexagonal dengan pola segitiga disetiap pertemuan botolnya.

Kenapa harus pola segitiga?
Karna pola ini menjadikan eco-brick buatanmu menjadi lebih kokoh untuk dijadikan pondasi sebagai sebuah dinding semisal, atau meja dan seterusnya – beban akan tersalurkan ke segala arah dan seimbang. Kebutuhan untuk merekatkan, biasanya menggunakan lem kaca berbahan silicon, adapun penggunaan semen organic menjadi opsi lain agar lingkungan sekitar tidak semakin tercemar. Keuntungan lainnya, bagian sela-sela dari eco-brick akan tertutup sehingga tidak terkspos oleh cuaca maupun keadaaan suhu sekitarnya. Sedangkan penggunaan lem memberikan tampilan yang bersih dan memperlihatkan eco-brick secara ekspos. Cocok digunakan pada pembuatan material furniture seperti kursi dan meja. Eco-brick tentunya menjadi salah satu solusi untuk hunian yang ramah lingkungan.

Dengan penggunaan material ini, sampah plastik akan lebih mudah tuk digunakan kembali. Mendaur ulang plastik menjadi bentuk lain akan membuat bumi lebih terjaga mengurangi dampak buruk polusi plastik. Ditambah lagi bentuk dari eco-brick yang unik dijamin akan mengundang keingin-tahuan orang untuk mengenal bahan materialnya lebih jauh. Berbagai macam bentuk juga dapat dibuat dengan material ini. Dari furniture indoor hingga struktur sculpture di taman pun juga dapat menghiasi. Anda pun juga dapat membuat rumah lebih ramah lingkungan dan tentunya dengan harga yang lebih terjangkau. Penggunaan eco-brick tidak hanya dikenal di Indonesia saja namun juga sudah ke seluruh dunia. Jadi, apa kalian mau mencoba membangun dengan eco-brick ini?

Semesta memberkati, dan jangan buang sampah dimana saja ya Warga Bandung.

Penulis: Franco Londah
Sebelumnya tulisan ini telah terbit disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here